“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (HR Muslim no. 2674).

Monday, April 18, 2011

Wasiat Sang Kekasih


Oleh : Ust  Abu Zubair Al Hawaari.

Pagi hari ini kita berkumpul dimajelis ilmu yang diberkati  bi ijnillahitaala ini, untuk  membicarakan sebuah pembahasan yang teramat penting. dikaji oleh umat islam karena besarnya hikmah-hikmah dan pelajaran-pelajaran yang terkandung didalamnya.

Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, musibah demi musibah, ujian silih berganti, menerpa umat islam. perpecahan, kelemahan, terjajah dinegri sendiri, diperangi, sungguh kondisi yang sangat menyedihkan dan membuat kita menangis, akan tetapi kaum muslimin dan muslimat rahimakumullahutaala, betapapun besarnya musibah yang menerpa kita yang mendera kaum muslimin sesungguhnya  itu belum seberapa dibandingkan dengan musibah terputusnya wahyu dan terbukanya pintu fitnah dan keburukan dengan wafatnya Rasulullah SAW.

Ya, wafatnya Rasulullah SAW adalah musibah yang teramat besar, sehingga segala macam musibah akan terasa kerdil, kecil dihadapan musibah yang sangat besar.
oleh karena itu, siapapun diantara kita yang mendapat musibah maka hendaklah dia menghibur dirinya dengan mengingat musibah wafatnya Rasulullah SAW.
Dari Aisyah RA:

يا أيها الناس،أيما أحد من الناس-أومن المؤمنين-أصيب بمصيبة،فليتعز بمصيبته بي عن المصيبة التي تصيبه بغيري،فإن أحدا من أمتي لن يصاب بمصيبة بعدي أشد عليه من مصيبتي.
“Wahai sekalian manusia, barang siapa di antara kalian-atau di antara orang-orang yang beriman- ditimpa musibah, maka hendaklah ia menghibur dirinya dengan mengingat musibah wafatku, dibandingkan dengan musibah lain yang menimpa dirinya. Karena sesungguhnya seseorang dari umatku tidak akan ditimpa musibah yang lebih besar dari pada musibah atas wafatnya diriku. (HR. Ibnu Majah, dari ‘Aisyah radhiyallahu 'anha, Shahih Sunan Ibnu Majah no.1300)

Suatu ketika, setelah wafatnya Rasulullah SAW. Abu bakar RA dan Umar RA menjiarahi Umu Aiman, lalu kedua mendapatkan wanita yang mulia ini menangis terisak-isak, sehingga Abu Bakar dan Umar pun ikut menangis meneteskan airmata, dan  mereka bertanya “apa yang membuat engkau menangis, tidakkah engkau ridho dengan apa yang didapatkan oleh Rasulullah SAW disisi Rabb-Nya?”. Ia menjawab “ saya ridho dengan apa yang didapatkan Rasulullah disisi-Nya.

No comments: