Ass wr wb,
Hai saudaraku yang insyaAllah dikasihi Allah SWT, sengaja saya mengirimkan tulisan yg saya ketik ini dari buku saku yang berjudul asli "Ya Binti" bukan lain adalah guna untuk menyampaikan sesuatu yang sangat berharga demi kebaikan juga demi sesuatu yang lebih baik. maka bacalah dengan seksama, hayatilah, dan amalkanlah. semoga keridhoanNya dan juga hidayah-Nya berada pada kita semua.
khususnya pada muslimah yang akan menjadi seorang ibu dan para pria yang berkaitan. juga yg telah menjadi orang tua guna memberikan pendidikan kepada anak2nya. semoga Allah SWT merahmati kita semua....Amien....
PENGANTAR PENERBIT
Segala puji bagi Allah, Robb semesta alam. Semoga shalawat dan salam selalu dilipahkan kepada Rasulullah, juga keluarga, para sahabat dan orang-orang yang senantiasa meniti jalan mereka.
Buku kecil karya ulama besar Ali Thanthawi ini telah beredar luas di dunia Islam dan telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Hal ini tentu karena manfaat dan besarnya nilai buku ini bagi umat Islam, khususnya bagi kaum remaja putri.
Buku ini berisi nasehat-nasehat penting kepada para remaja putri muslimah agar tetap menjadi seorang putri terhormat dan mulia sesuai dengan petunjuk Al Qur’an dan As-Sunnah. Tidak mudah memang, tetapi Syaikh Ali Thanthawi tetap meyakinkan bahwa itu bisa diraih. Nasehat-nasehat beliau yang begitu tampak amat sayang kepada putrinya itu bak air mengalir, sangat menyentuh perasaan dan menggugah pikiran. Apalagi beliau juga menyertakan pengalamannya dan fakta-fakta yang terjadi di Timur dan Barat. Hal yang semakin memberi bobot kadar kemanfaatan buku ini.
Karena mengingat pentingnya persoalan amar ma’ruf nahi mungkar terutama yang khusus ditujukan kepada para remaja muslimah maka kami pihak penerbit memandang perlu untuk menerbitkan buku ini. Apalagi sebagaimana yang dapat kita saksikan saat ini hampir dimana-mana para remaja muslimah telah amat jauh dari petunjuk Al-Qur’an dan As Sunnah.
Dengan segala daya upaya, kita semua berusaha, baik sebagai kepala rumah tangga, sebagai ibu, kakak, adik atau sebagai saudara sesama muslim untuk memberikan nasehat terutama untuk segenap putri muslimah, sehingga mereka kembali meniti jalan yang lurus.
Dan sebagai catatan, mengingat naskah arab buku ini telah dicetak lebih dari 46 kali oleh banyak penerbit maka perlu kami informasikan bahwa naskah berbahasa Arab yang kami jadikan pedoman terjemahan buku ini adalah cetakah Darul Manarah, Jeddah tahun 1407 H/1987 m. Dan untuk memudahkan pembaca, bebarapa catatan kaki pada buku tersebut yang juga ditulis oleh pengarannya kam masukkan sebagai materi buku.
Mudah-mudahan buku ini bisa membantu kita semua dalam usaha mulia mengembalikan para putri kita menjadi muslimah sejati. Amin.
Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada teladan kita Rasulullah, kepada kelaurga, para sahabat dan kepada mereka yang mengikutinya dengan setia.
MUKADDIMAH
Dengan nama Allah dan segala puji senantiasa bagi Allah. Shalawat dan salam tetap tercurah atas Rasulullah.
Saya telah menulis dan berceramah sejak enam puluh tahun yang lalu, tetapi Allah tidak mentakdirkan penyebaran yang luas terhadap makalah-makalah saya sebagaimana yang ditakdirkan-Nya untuk dua makalah saya) terutama makalah “Ya Binti” (yang kini kami terjemahkan dengan: Pen). Makalah itu saya tulis saat aku menjelang usia 50 tahun. Kini aku hampir usia 80 tahun (ini pada tahun 1406 H, pen). Aku memohon kepada Allah agar senantiasa diberikan kesehatan dan husnul khatimah (kesudahan hidup yang baik) dan mudah-mudahan Allah membalas kebaikan kepada setiap pembaca yang menengadahkan kepada tangannya seraya mengucapkan, amin.
Makalah saya “Ya Binti” telah dicetak sepanjang pengetahuan saya sebanyak 46 kali.) dan mungkin ada percetakan lain yang mencetaknya, tetapi di luar pengetahuan saya. Saya telah memperbolehkan kepada siapa saya yang mau mencetak untuk dibagikan secara cuma-cuma atau menjualnya dengan sedikit laba.
Sungguh, saat ini kita diserang melalui dua jalan: Jalan syubhat dan jalan syahwat. Jalan pertama penyakitnya lebih besar dan lebih membahayakan. Tetapi, ia berjalan secara pelan, sebab tidak semua orang yang engkau beri syubhat (kerancuan antara kebenaran dan kebatilan) serta merta mau menerimanya. Sebaliknya, setiap pemuda yang engkau tawarkan syahwat (hawa nafsu) kepadanya, ia akan serta merta menerima. Syahwat adalah suatu penyakit yang gampang menyebar dan cepat menular, meskipun tidak menghancurkan tetapi ia merusak, meskipun tidak mematikan tetapi ia menyakitkan. Jalan pertama (syubhat) mengakibatkan kekufuran, sedang jalan yang kedua (syahwat) mengakibatkan kefasikan.
Setelah menulis makalah ini, saya masih tetap sering menulis, memberikan ceramah, siaran dan mengadakan dialog, tetapi atas karunia Allah, makalah ini tetap terus memberikan pengaruh kepada jiwa para pembacanya. Saya memohon kepada Allah agar menjadikan makalah ini tetap bermanfaat, dan semoga Dia memberikan pahala kepadaku, kepada kedua orang tuaku dan menantuku Muhammad Nadir Hatahat yang menyebarluaskan makalah ini.
Saya tidak mengubah isi “Ya Binti” meskipun satu huruf demikian pula dengan isi makalah “Ya Ibni”. Bagaimana saya harus mengubah, sementara buku tersebut telah dibaca di Timur dan di Barat. Ia telah dicetak di negeri Syam, Yordania, Mesir, dan Iraq. Dan ia juga telah diterjemahkan ke dalam dua bahasa yakni bahasa Inggris dan Urdu, dan ia telah menjadi milik para pembacanya, bagaimana mungkin saya harus mengubahnya?
Demikianlah, aku sudahi mukaddimah ini dan aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.
“PUTRIKU, KEMBALILAH KEJALAN TUHANMU”
Putriku tercinta! Aku seseorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah banyak mengunjungi banyak negeri dan berjumpa dengan banyak orang. Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu, dengarlah nasihat-nasihatku yagn benar lagi jelas berdasarkan pengalaman-pengalamanku. Dimana engkau belum pernah mendengar dari orang lain.
Kami telah menulis dan mengajak kepada perbaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul dan mulut letih, dan kami tidak menghasilkan apa-apa. Tidak ada kemungkaran yang dapat kami berantas, bahkan bertambah, kerusakan kewabah, pakaian terbuka dan merangsang semakin merajalela, semakin meluas. Berkembang dari suatu negeri ke negeri yang lain, sampai tak ada satu negeri Islam pun menurut dugaanku terhindar dari wabah itu. Negeri-negeri Syam (Syria, Yordania, Libanon, Palestina) sendiri yang dulu benar-benar bersih, menutup aurat, sangat menjaga kehormatan wanitanya, kini para wanita itu keluar dengan pakaian merangsang, terbuka bagian lengan dan lehernya. ]
Kami belum berhasil, kami kira tidak akan berhasil. Tahukah engkau, kenapa?
Karena sampai saat ini, kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu, putriku! Kuncinya ada di tanganmu. Bila engkau percaya bahwa kunci itu ada, lalu engkau menggunakan untuk masuk, maka keadaan akan baik.
Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam lorong dosa, wanita tidak akan pernah memulainya. Tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan berani dan andaikan bukan lantaran lemah gemulaimu, lelaki tidak akan bertambah parah. Engkaulah yang membuka pintu, dia yang masuk, kau katakan pada si pencuri itu: Silakan… ketika ia telah mencuri, engkau teriak: Maling…! Tolong... tolong saya kemalingan. Bila engkau mengerti bahwa semua laki-laki serigala dan engkau adalah domba, niscaya engkau akan lari dari mereka, sebagaimana domba lari dari serigala. Kalau kau sadar bahwa mereka pencuri, engkau pun akan hati-hati sebagaimana seorang pelit takut kecurian.
Bila serigala hanya menginginkan daging domba saja, maka sesuatu yang diharapkan lelaki dari engkau lebih mulia dari daging domba itu. Kematian lebih baik bagimu daripada kehilangan sesuatu yang mulai itu. Lelaki itu mengharapkan sesuatu yang paling mahal bagimu, yaitu kehormatan yang menjadi kebanggaan, kemuliaan dan dengan itu pula engkau hidup. Hidup wanita y ang kehormatannyatelah terenggut lelaki, sungguh seratus kali lebih pahit daripada kematian seekor domba yang mati diterkam serigala.
Ya demi Allah… tidaklah seorang pemuda melihat gadis kecuali gadis itu dikhayalkannya dalam keadaan telanjang tanpa pakaian.
Demi Allah, bagitulah. Yang kami bersumpah untuk kedua kalinya padamu. Jangan kau percaya apa yang dikatakan laki-laki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara sebagai seorang sahabat, ia akan emncitainya sebagai seorang kawan. Demi Allah ia telah bohong! Bila engkau mendengar obrolan di antara anak-anak muda dalam kesepian mereka, engkau akan mendengar sesuatu yang mengerikan, senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan untuk mencapai tujuannya, atau paling tidak, pemuda itu sendiri merasa bahwa itu adalah rayuan.
Setelah itu apa yang terjadi? Apa, wahai putriku? Coba kau pikirkan!
Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan terus mencari mangsa lain yang diterkam kehormatannya, sedang engkau yang menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis, keningmu tercoreng. Masyarakat yang zhalim dapat mengampuni pemuda itu dengan mengatakan: Ia anak muda yang sesat lalu bertaubat. Tetapi engkau, selama hidupmu tetap berkubang kehinaan dan keaiban, masyarakat tidak akan mengampunimu selama-lamanya.
Namun jika saat engakau bertemu pemuda kau busungkan dadamu, kau palingkan muka, kau tunjukkan kepribadian dan menghindar… dan kalau pengganggumu belum mengindahkan, sampai berbuat lancang lewat perkataan atau tangan usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak nakal takkan mengganggumu dan gais-gadis lagi. Dan tentu, jika seorang pemuda yang shalih akan datang kepadamu untuk minta ma’af dan tidak mengulangi perbuatannya. Selanjutnya, ia akan mengharapkan hubungan yang baik dan halal. Ia akan datang melamarmu.
Wanita, bagaimanapun juga status sosial, kekayaan, popularitas dan prestasinya, tidak akan mendapatkan sesuatu yang sangat diangan-angankan dan kebahagiaan kecuali dalam perkawinan. Menjadi istri yang baik, seorang ibu yang terhormat dan pendidik keluarga. Baik wanita itu seorang ratu, putri raja atau seorang bintang film Hollywood kenamaan yang penuh dengan kegemerlapan dan mempesona kebanyakan wanita.
Aku mengenal dua sastrawati besar di Mesir dan Syria, benar-benar sastrawati. Mereka telah meraih supremasi karya sastra dan kekayaan. Akan tetapi mereka kehilangan suami, lantas akal pun hilang dan mereka menjadi gila. Jangan pojokkan aku dengan menanyakan mereka, karena nama itu sudah terkenal.
Cita-cita wanita paling tinggi adalah perkawinan, walaupun ia seorang anggota parlemen, pemegang kekuasaan. Takkan ada seorangpun yang mau mengawini wanita pelacur. Seorang yang bermaksud mau mengawini wanita baik pun, kalau ia ternyata sesat, orang itu akan pergi meninggalkannya. Kalau mau menikah, ia akan memilih wanita lain yang baik karena ia tidak rela bila ibu rumah tangga dan ibu putra-putrinya adalah seorang wanita amoral.
Seorang pria, sekalipun fasik, bila di tempat kelezatan tidak menemukan wanita yang mau mengorbankan kehormatannya di bawah telapak kakinya dan sesuka hati mau dijadikan barang mainan, bila pria itu sudah tidak mendapatkan perempuan lengah yang mau diajak kawin menurut agama iblis dan seperti kucing di bulan Februari, pria itu akan mencari istri menurut cara Islam.
Maka, penyebab krisis perkawinan adalah kalian, wahai kaum wanita! Kalau saja tidak karena wanita fasik, krisis perkawinan tidak akan terjadi dan kesempatan berbuat maksiat tidak akan terjadi dan kesempatan berbuat maksiat tiadk akan meluas, lalu kenapa kalian tidak sadar? Dan kenapa wanita-wanita mulia tidak berusaha memberantas malapetaka ini? Kalian yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum lelaki untuk melakukan usaha itu karena kalian lebih mengerti bahasa wanita dan cara menyadarkan mereka dan oleh karena yang menjadi korban kerusakan ini adalah kalian, para wanita terpelihara, mulia, wanita yang terjaga dan beragama.
Pada setiap rumah di Syria terdapat gadis-gadis berusia cukup untuk kawin, tidak mendapatkan suami. Hal ini oleh karena pemuda sudah mendapatkan kekasih dan tidak butuh pada istri. Barangkali keadaan serupa terjadi di negeri lain.
Maka bentuklah jama’ah-jama’ah dari kalian baik sastrawati, wanita berpendidikan, guru-guru sekolah dan para mahasiswi untuk mengembalikan saudari-saudari kalian yang tersesat menuju kebenaran. Ajaklah mereka bertakwa kepada Allah. Bila mereka tidak mau bertakwa. Peringatilah akan terjangkitnya suatu penyakit. Bila mereka masih tidak menurut, jelaskanlah dengan melihat kenyataan. Katakanlah pada mereka: Kalian adalah gadis-gadis remaja putri yang cantik, oleh karena itu, banyak para pemuda menemui kalian dan berebut di sekitar kalian. Akan tetapi apakah keremajaan dan kecantikan itu akan kekal. Akan tetapkah yang remaja dengan keremajaannya dan yang cantik dengan kecantikannya? Benda apakah di dunia ini yang bersifat kekal? Bagaimana kelanjutannya, bila kalian sudah menjadi nenek-nenek dengan punggung bungkuk dan wajah berkeriput? Saat itu, siapakah yang akan simpati? Tahukah kalian, siapakah yang memperhatikan, menghormati dan mencitai seorang nenek? Mereka adalah anak dan cucunya. Saat itulah nenek tersebut menjadi seorang menjadi seorang ratu di tengah rakyatnya. Duduk di atas singgasana dengan memakai mahkota. Tetapi nenek yang lain, yang masih belum bersuami itu? Kalian sendiri lebih tahu apa yang terjadi dengan nenek itu.
Di Brussel, di sbuah trotoar yang ada di persimpangan jalan, aku menyaksikan seorang nenek tua tak mampu menyangga kedua kakinya, anggota tubuhnya bergetar dimakan usia. Perempuan tua itu ingin menyeberang, sementara mobil-mobil di sekelilingnya hampir saja melindasnya, tak seorangpun mau mengandend tangannya.
Maka kukatakan kepada pemuda yang bersamaku: “Hendaknya salah seorang dari kalian menghampiri dan menolongnya.”
Waktu itu kami bersama seorang kawan yaitu Ustadz Nadim Zhubayyan, ia telah tinggal di Brussel lebih dari 40 tahun. Beliau berkata kepadaku: “Tahukah anda bahwa nenek tua itu dulunya adalah seorang primadona negeri dan banyak membuat fitnah (ujian) bagi manusia? Para lelaki selalu menguntitnya dengan segenap hati (dan dengan apa yang di kantong mereka) untuk sekedar mendapatkan pandangan atau sentuhannya. Tetapi ketika masa bunganya telah habis dan kecantikannya sirna, tak seorangpun yang anda lihat mau menyentuh tangannya.
Apakah kelezatan itu sebanding dengan penderitaan di atas? Apakah akibat itu akan kita tukar dengan kelezatan sementara?
Dan nasehat-nasehat serupa, kalian para wanita, tidak memerlukan petunjuk orang lain dan tidak kehabisan cara untuk memberi nasehat kepada saudari-saudari kalian yang sesat dan patut dikasihani. Bila kalian tidak dapat mengasihani mereka, berusahalah untuk menjaga wanita baik-baik, gadis-gadis yang sedang tumbuh agar mereka tidak menempuh jalan yang salah itu.
Saya tidak minta kalian untuk mengubah secara drastis mengembalikan wanita masa kini kepada keadaan yang dimiliki wanita yang benar-benar muslimah. Tidak, kami tahu bahwa perubahan cepat itu mustahil. Ibaratnya malam yang gelap gulita dan pagi yang cerah bercahaya. Allah tidak akan memmindahkan dari kegelapan kepada cahya dalam sekejap. Tetpi Dia memasukkan siang ke malam dan engkau tidak merasakan perubahan itu. Seperti halnya jarum jam yang ada pada sebuah jam waktu. Engkau melihatnya diam tak bergerak. Tetapi lihatlah kembali setelah dua jam kemudian, niscaya engkau melihatnya telah berjalan. Demikian pula dengan perubahan manusia dari masa kanak-kanak ke masa remaja, dari masa remaja ke masa tua. Sama halnya dengan perubahan sebuah negeri dari suatu keadaan kepada keadaan yagn lain. Akan tetapi kembalilah ke jalan yang benar setapak demi setapak sebagaimana menerima kersuakan setapak demi setapak, kalian memerdekaan pakaian sedikit demi sedikit. Kalian pertipis kerudung dan sabar melalui masa yang panjang. Kalian lakukan perubahan ini sedangkan lelaki shalih tidak menyadari. Majalah-majalah porno menggalakkan masalah ini. Orang fasik riang gembira, sampai akhirnya kita mencapai suatu keadaan yang tidak diridhai Islam, bahkan tidak pula oleh agama Basrabum hyta tidak dilakukan oleh para penyembah api yang berita mereka sudah kita baca di buku-buku sejarah. Bahkan hingga sampai pada suatu keadaan yang tidak dapat diterima hewan-hewan.
Dua ayam jago bila sama-sama menginginkan ayam betina, saling menyerang karena cemburu dan membela. Tapi di pesisir Iskandariah Mesir dan Beirut, lelaki muslim tidak merasa cemburu wanita muslimah dilihat orang-orang asing, bukan saja wajahnya, kedua belah tangan dan juga bukan hanya leher mereka, tetapi terlihat segala yang ada pada tubuh mereka kecuali benda yang menjijikan pemandanagan bila terlihat lebih baik ditutup yaitu vagina dan buah dada.
Di club-club malam, suami-suami muslim menyuguhkan istri-istri mereka untuk berdansa berangkulan dengan lelaki asing, dada bertemu dada, perut bertemu perut, bibir dengan pipi, kedua tangan memeluk tubuh. Tetapi meskipun demikian, tak seorangpun protes. Di Universitas-universita Islam, mahasiswa muslim duduk dengan mahasiswi muslimah dengan aurat terbuka. Tak seorangpun orang tua muslim mengingkari.
Hal semacam ini banyak. Tidak dapat diatasi hanya dalam waktu sehari atau dalam waktu singat, melainkan dengan kembali ke jalan yang benar, jalan yang semula kita lewati untuk menuju kejelekan. Walaupun jalan itu sekarang telah jauh. Orang yang tidak mau menempuh jalan panjang yang hanya satu-satunya ini, tidak akan pernah sampai. Kita mulai dengan memberantas bercampurnya laki-laki dengan wanita dalam satu majlis tanpa hijab (ikhtilath). Dan tidaklah sama antara ikhtilath dengan membuka penutup wajah (cadar). Adapun menampakan wajah, jika dengan menamapkkannya tidak membahayakan si gadis dan serta tidak mengakibatkan pelanggaran terhadap kehormatannya maka masalahnya lebih ringan. Bahkan mungkin lebih ringan dari apa yang di negeri Syam kita sebut dengan hijab (yang ia kemudian disalah mengertikan, pen). Ia tidak lain hanyalah sebagai penutup cacat, membentuk lekuk keindahan tubuh dan untuk memperdaya orang memandang. Membuka, jika hanya sebatas pada wajah sebagaimana wajah yang diciptakan Allah tidaklah semua ulama sepakat mengharamkannya, meskipun kita memandang menutupnya adalah lebih baik dan lebih utama. Tetapi menutupnya saat ditakutkan terjadinya fitnah hukumnya adalah wajib.
Adapun Ikhtilath adalah sesuatu yang lain. Tidaklah mesti gadis yang membuka wajahnya selalu bercampur baur dengan yang selain mahramnya. Tidak pula istri yang tanpa tutup wajah harus menyambut kawan suami di rumahnya, atau menyalaminya bila bertemu di kereta, bertemu di jalan. Atau seorang gadis menjabat tangan pria di universitas, berbincang-bincang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian dan lupa bahwa Allah menjadikan ia sebagai wanit adan si kawan sebagai pria, satu dengan yang lainnya dapat saling terangsang. Baik wanita, pria atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah ciptaan Allah, menyamakan dua jenis atau menghapus rangsangan seks dari dalam jiwa mereka.
Saya memiliki beberapa makalah tentang persamaan gender (jenis kelamin). Di situ saya berbicara tentang beberapa hak dan kewajiban, pahala dan siksa, tetapi tidak dalam masalah pekerjaan, karena tidaklah mungkin seorang laki-laki hamil dan menyusui menggantikan para wanita. Sementara wanita, tidak mungkin berperan atau melakukan pekerjaan-pekerjaan berat menggantikan peran laki-laki, juga tidak pekerjaan-pekerjaan haram atau yang bisa mengakibatkan kepada yang haram.
Mereka yang menggembar-gemborkan emansipasi dan pergaulan bebas atau atas nama kemajuan adalah pembohong dilihat dari dua sebab:
Pertama, karena semua itu mereka lakukan untuk memberikan kepuasan kepada diri mereka sendiri, memberikan kenikmatan melihat anggota badan yang terbuka itu dan menikmati-kenikmatan lain yang mereka bayangkan. Aakan tetapi mereka tidak berani berterus terang. Oleh karana itu, mereka bertopeng dengan kalimat yang mengagumkan, yang sama sekali tidak ada artinya; kamajuan, modernisasi, kehidupan kampus, jiwa olahraga dan ungkapan-ungkapan yang kosong tanpa makna, bagikan gendang.
Kedua, mereka bohong oleh karena bermakmum pada Eropa, menjadikan Eropa sebagai suluh, dan mereka tidak dapat memahami kecuali berdasarkan Eropa. Kebenaran, menurut mereka bukan kebalikan kebatilan. Aakan tetapi kebenaran adalah segala sesuatu yang datang dari sana, dari Paris, London, Berlin dan New York. Sekalipun berupa dansa, prono, pergaulan bebas di universitas, buka aurat di lapangan dan telanjang di pantai (atau kolam renang). Kebatilan adalah segala sesuatu yang datang dari sini, dari Al-Azhar di Mesir, sekolah-sekolah Islam di Timur dan dari masjid-masjid Isla. Walaupun hal itu berupa kehormatan, petunjuk kebenaran, keterpeliharaan dan kesucian. Suci hati dan badannya.
Di Eropa dan Amerika, seperti kit abaca dan dengar dari mereka yang mengunjungi negeri-negeri itu, terdapat banyak keluarga yang tidak rela dan tidak mengizinkan pergaulan bebas. Di Paris, ya di Paris! Banyak para bapak dan ibu yang melarang anak gadis mereka berjalan dengan seorang pemuda atau pergi bersama ke gedung bioskop. Bahkan mereka tidak diperbolehkan nonton kecuali film-film yang sudah diketahui jalan ceritanya, dan mereka tahu benar bahwa dalam film-film itu tidak ada adegan porno dan jorok. Yakni; adegan-adegan yang sangat disayangkan, selalu terdapat dalam acara-acara untuk muda-mudi yang oleh perusahaan film Mesir yang bodoh dinamakan seni perfilman. Mereka bodoh mengenai film seperti juga mereka bodoh tentang agama. Mereka katakan adegan-adegan itu sebuah seni perfilman.
Kata mereka: Pergaulan bebas it dapat mengurangi nafsu birahi, mendidik watak dan dapat menekan kegiatan seksualitas di dalam jiwa. Untuk menjawab ini saya limpahkan pada mereka yang telah mencoba pergaulan bebas di sekolah-sekolahm, yaitu Rusia yang tidak beragama, yang tidak pernah mendengar petuah ulama dan pendeta. Bukankah mereka telah meninggalkan percobaan ini setelah melihat bahwa hal ini amat merusak?
Amerika, apaah mereka belum membaca, bahwa problem Amerika, adalah semakin meningkatnya siswi-siswi hamil? Karena itu, mereka menganjurkan pelajaran seks di sekolah-sekolah. Artinya, mereka menuangkan bensin di dalam api. Sebab mereka menjelaskan kepada para gadis yang suci dan tak mengerti soal seksualitas, apa yang tersembunyi dari aurat laki-laki, serta apa yang dilakukan laki-laki jika sedang berduaan dengan wanita. Sementara, ada setan-setan dari jenis manusia yang mengajak kita agar melakukan seperti aya yang mereka lakukan. Sebagaimana mereka juga membiasakan dan melatih para siswi sekolah-sekolah menengah untuk menggunakan pil pencegah kehamilan.
Siapa yang akan merasa bahagia bila universitas-universitas Mesir, Syria, (Indonesia) dan seluruh negeri-negeri Islam mengalami persoalan yang sama?
Saya tidak berbicara kepada para pemuda. Saya tidak ingin mereka mendengar. Saya tahu bahwa mungkin mereka menyanggah dan mentertawakan saya. Karena saya telah menghalangi mereka menikmati kelezatan yang benar-benar mereka peroleh. Akan tetapi saya berbicara pada kalian, putri-putriku. Wahai putriku yang beriman dan beragama! Putriku yang terhormat dan terpelihara! Ketahuilah bahwa yang menjadi korban semua bukan orang lain kecuali engkau. Oleh karena itu, jangan berikan diri kalian sebagai korban iblis. Jangan dengarkan ucapan mereka yang merayumu dengan pergaulan demi kebebasan, modernisasi, kemajuan dan kehidupan kampus. Sungguh kebanyakan orang yang terlaknat itu tidak beristri dan tidak punya anak, mereka sama sekali tidak perduli dengan kalian selain untuk pemuas kelezatan sementara. Sedang saya adalah seorang ayah dari beberapa gadis. Bila saya membela kalian, berarti saya membela putri-putriku sendiri. Aku ingin kalian bahagia seperti yang aku inginkan untuk putri-putriku.
Sesungguhnya tak ada yang mereka kagumi selain memperkosa kehormatan gadis yang sudah sirna. Kemuliaan yang tercela tidak akan perah kembali, dan begitu juga dengan martabat yang hilang.
Bila anak putri telah jatuh, tak seorangpun di antara mereka mau membimbing tangannya, atau mengangkat dari lembah kejatuhan, yang engkau dapati, mereka saling memperebutkan kecantikan gadis itu, selama kecantian itu masih ada. Bila sudah hilang, mereka pun pergi meninggalkan anak putri tersebut. Sebagaimana anjing-anjing meninggalkan bangkai yang tak berdaging sedikitpun.
Inilah nasihatku padamu, putriku. Inilah kebenaran, selain ini juga percaya. Sadarlah bahwa di tanganmulah, bukan di tangan kami kaum lelaki, kunci pintu perbaikan. Bila mau, perbaikilah diri kalian, dengan demikian umat pun akan menjadi baik.
No comments:
Post a Comment